Pengertian,Sejarah, Fungsi dan Peranan Bank

*                        Pengertian Bank

Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang.  Menurut Kuncoro dalam bukunya Manajemen Perbankan, Teori dan Aplikasi (2002: 68), definisi dari bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Menurut UndangUndang No. 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Ada pula pengertian bank yang menyatakan bahwa bank adalah tempat pelaksanaan kegiatan suatu usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Namun, pengertian bank menurut para ahli keuangan dan perbankan dari negara maju menyatakan bahwa pengertian bank itu adalah sebagai institusi keuangan yangberorientasi pada laba atau keuntungan.
Dari beberapa pengertian bank tersebut, dapat kita simpulkan bahwa pengertian bank itu secara umum adalah sebagai suatu badan yang bergerak dalam bidang keuangan yang memiliki fungsi sebagai tempat simpan dan pinjam serta mendapatkan keuntungan dari bunga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.

*                        Sejarah Bank

*                Asal mula

Bank pertama kali didirikan dalam bentuk seperti sebuah firma pada umumnya pada tahun 1690, pada saat kerajaan Inggris berkemauan merencanakan membangun kembali kekuatan armada lautnya untuk bersaing dengan kekuatan armada laut Perancis  akan tetapi pemerintahan Inggris saat itu tidak mempunyai kemampuan pendanaan kemudian berdasarkan gagasan William Paterson yang kemudian oleh Charles Montagu direalisasikan dengan membentuk sebuah lembaga intermediasi keuangan yang akhirnya dapat memenuhi dana pembiayaan tersebut hanya dalam waktu duabelas hari.
Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun benua Amerika. Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang. Dalam perjalanan sejarah kerajaan pada masa dahulu penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain  Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer). Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan.Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada masyarakatyang membutuhkannya. Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

*                Sejarah Perbankan di Indonesia

Pada masa itu De javasche Bank, NV didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828 kemudian menyusul Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij, NV pada tahun 1918 sebagai pemegang monopoli pembelian hasil bumi dalam negeri dan penjualan ke luar negeri serta terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank yang ada itu antara lain.
1.            De Javasce NV.
2.            De Post Poar Bank.
3.            Hulp en Spaar Bank.
4.            De Algemenevolks Crediet Bank.
5.            Nederland Handles Maatscappi (NHM).
6.            Nationale Handles Bank (NHB).
7.            De Escompto Bank NV.
8.            Nederlansche Indische Handelsbank
Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik orang Indonesia dan orang-orang asing seperti dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Bank-bank tersebut antara lain:
1.            NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank
2.            Bank Nasional indonesia.
3.            Bank Abuan Saudagar.
4.            NV Bank Boemi.
5.            The Chartered Bank of India, Australia and China
6.            Hongkong & Shanghai Banking Corporation
7.            The Yokohama Species Bank.
8.            The Matsui Bank.
9.            The Bank of China.
10.          Batavia Bank.
Di zaman kemerdekaan, perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain:
1.    NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank (saat ini Bank OCBCNISP),
didirikan 4 April 1941 dengan kantor pusat di Bandung
2.    Bank Negara Indonesia, yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 yang sekarang dikenal dengan BNI '46.
3.    Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko.
4.    Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) tahun 1945 di Solo.
5.    Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.
6.    Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.
7.    Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.
8.    NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.
9.    Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Pasifik.
10.  Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949.

Di Indonesia, praktek perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan. Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syariah, dan juga Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

*              Peranan Bank dalam Kehidupan Masyarakat

1.   Sebagai Pelaksanan Pembayaran

Bank memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakatmodern sebagai pelaksana pembayaran di antaranya kliring, transfer uang, penerimaan setoran pembayaran, serta adanya fasilitas ATM dan kartu kredit sebagai alat pembayaran. Peranan bank yang seperti ini sudah sangat jauh keluar dari pengertian bank yang sebenarnya hanya sebagai tempat menyimpan, meminjam, dan sebagai penghimpun dana saja. Di sini, peranan bank sudah menjadi lebih berkembang dengan besarnya peranan bank sebagai pelaksanan berbagai jenis pembayaran untuk memudahkan mobilitas masyarakat dalam melaksanakan berbagai pembayaran yang menjadi kewajibannya. Pengertian bank di sini menjadi bertambah sebagai tempat pembayaran atau pelaksana pembayaran bagi para nasabahnya.

2.   Menerbitkan Uang

Uang sebagai alat pembayaran merupakan ciptakan atau diterbitkan oleh bank. Hanya Bank Indonesia yang memiliki hak untuk menerbitkan uang sebagai alat pembayaran yang resmi di dalam suatu negara. Bank juga memiliki hak untuk menarik atau menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Dengan kemampuan bank yang seperti ini, maka pengertian bank seharusnya mengalami perubahan atau revisi karena saat ini fungsi bank bukan hanya sekadar tempat penyimpanan uang dan peminjaman uang saja seperti pengertian bank yang tertulis di dalam UU No. 10 Tahun 1998 itu.

3.   Menghimpun Dana dari Simpanan

Peranan bank dalam kehidupan masyarakat modern sebagai penghimpun dana dari simpanan yang dilakukan oleh para nasabahnya merupakan peranan bank yang sangat penting dan sesuai dengan pengertian bank seperti yang disebutkan di dalam UU No. 10 Tahun 1998. Dana yang dihimpun oleh bank tersebut dapat berasal dari deposito berjangka, tabungan, giro dan simpanan nasabah lainnya. Dana yang dihimpun oleh bank ini akan kembali disalurkan kepada masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkan dana dalam bentuk kredit. Hal ini sangat sesuai dengan pengertian bank yang sudah ada yaitu sebagai sumber dana melalui kredit yang diberikan oleh bank dengan imbalan berupa bunga sebagai keuntungan bagi bank.

4.   Tempat Penyimpanan Barang Berharga

Dalam /pengertian bank/ memang tidak disebutkan bahwa bank memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan barang-barang berharga. Namun, pada perkembangannya, masyarakat modern membutuhkan jaminan keamanan akan penyimpanan barang-barang berharganya, maka bank memanfaatkan keadaan ini untuk memberikan jasa penyimpanan barang-barang berharga melalui penjualan atau penyewaan /safe deposit box/ atau tempat penyimpanan di bank dengan biaya yang disetujui dan sudah ditetapkan oleh bank pemberi jasa tersebut. Pengertian bank semakin berubah dalam perkembangan fungsi bank di dalam masyarakat modern ini.
Ada banyak barang berharga yang bisa di simpan di /safe deposit box/ yang ada di bank seperti sejumlah uang, perhiasan, surat-surat berharga, bahkan ijazah pun dapat disimpan di /safe deposit box/ ini. Meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam hal keuangan inilah, membuat bank semakin berbenah diri dan terus menambah fasilitas yang dimilikinya agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat dalam bidang perekonomian dan keuangan, termasuk jaminan keamanan dalam penyimpanan harta benda dan barang berharga.

5.   Jasa-jasa Lain dari Bank

Ada banyak jasa-jasa lain yang diberikan oleh bank kepada masyarakat modern penggunabank. Jasa-jasa ini belum termasuk di dalam pengertian bank yang sudah ada karena jasa-jasa tambahan yang diberikan oleh bank ini baru lahir ketika perekonomian mengalami perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat luas. Jasa-jasa yang bisa diberikan oleh bank kepada masyarakat pengguna bank tersebut, misalnya fasilitas pembayaran telepon, listrik, pembayaran gaji pegawai suatu perusahaan, pengiriman uang melalui ATM. Bahkan, saatini masyarakat modern dapat melakukan pengisian pulsa melalui jasa yangdiberikan bank, yaitu melalui fasilitas ATM yang langsung terhubungdengan provider pengisian pulsa. Berbagai fasilitas ini akan mengubah pengertian bank secara umum di dalam masyarakat karena fasilitas bank yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat penggunanya.

6.   Media Transaksi Internasional

Banyaknya para Tenaga Kerja Indonesia yang menjadi tenaga kerja di luar negeri membuat bank-bank yang ada di Indonesia meningkatkan pelayanannya dan peranannya sebagai media transaksi internasional. Dengan adanya pelayanan internasional ini, para tenaga kerja tersebut dapat melakukan transfer uang dari luar negeri untuk keluarganya yang berada di dalam negeri. Selain itu, berkembangnya perdagangan internasional dan majunya usaha ekspor impor di negara ini membuat peranan bank bertambah sebagai tempat lalu lintas pembayaran dan transaksi internasional dalam dunia perdagangan tersebut.

7.   Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran

Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.

0 komentar:

Poskan Komentar